Beberapa Faktor Membuat Kolam Terpal
- Sumber
air untuk mengisi kolam terpal
Sumber air berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak digunakan. Lebih ideal lagi jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau. - Ketinggian lokasiKetinggian lokasi perlu diperhatikan karena terkait dengan suhu air.
- Ukuran ikanUkuran yang akan dipelihara perlu dipertimbangkan karena terkait dengan kedalaman air di dalam kolam. Misalnya, benih nila cocok dipelihara pada kedalaman air 40-50 cm. Untuk menampung air sedalam 40 cm, cukup dibuat kolam dengan ketinggian atau kedalaman sekitar 60 cm. Untuk usaha pembesaran yang menggunakan benih ukuran 20-30 g/ekor, dibutuhkan kedalaman air antara 80-100 cm. Untuk menampung air sedalam 100 cm, diperlukan kolam dengan ketinggian atau kedalaman sekitar 120 cm.
- Dasar tanah dan kerangka yang digunakanDasar tanah untuk peletakan kolam terpal harus rata, begitu pula dengan kerangka yang digunakan hendaknya tidak berbahan tajam karena dapat membuat terpal sobek. Bila tanah tidak rata, sebaiknya diberi lapisan dan pelepah batang pisang atau sekam padi. Selain berfungsi meratakan tanah, kedua bahan ini dapat menstabilisasi suhu.
- Peralatan PendukungDalam pengelolaan kualitas air di kolam terpal, diperlukan beberapa peralatan, baik untuk menjaga ketersediaan air maupun untuk memelihara kualitas air. Beberapa peralatan yg perlu disediakan adalah Aerator atau blower yg hanya diperlukan sewaktu-waktu untuk meningkatkan kandungan oksigen, Pompa, selang atau pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari sumber air ke kolam terpal ataupun untuk membersihkan dasar kolam dengan cara melakukan sifon.
- Kolam terpal dengan kerangka bambu, kayu, pipa ledeng, atau besi.
- Kolam terpal dengan dinding batako atau batu bata.
- Kolam terpal dengan dinding tanah.
- Kolam beton atau kolam tanah berlapis terpal.
Gambar sketsa kolam terpal (a) & (b)
- Bahan:1. Terpal (tebal minimal A3, dan ukuran sesuai dengan keinginan anda)Panjang terpal (P) = P kolam terpal+ (2x kedalaman kolam) + 10 cm.Lebar terpal (L) = L kolam + (2x kedalaman kolam terpal) + 10 cm.Misal : Untuk kolam 3x2x1 (meter) itu pake ukuran terpal 4x5 m = 3(+1+1)x2(+1+12. Sekam3. Batako / Bata Merah
- Cara pembuatan kolam terpal dengan dinding tanah.
- Cari posisi tanah yang langsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam.
- Gali tanah dengan luas dan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan. Gali tanah sesuai dengan luas kolam yang anda inginkan dengan kedalaman misal ± 50 cm.
- Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul di sisi kolam dan dipadatkan supaya tanggul tersebut kuat lalu permukaan tanggul diberi batako/bata merah supaya permukaannya rata.
- Setelah penggalian selesai, selanjutnya dasar kolam diberi sekam secar merata setinggi kurang lebih 10 cm. Terpal di pasang dan sisa terpal (10 cm) ditutupi dengan batu bata atau batako.
- Cara Pengisian Air di Kolam Terpal
- Sikat terpal untuk menghilangkan zat kimia yang menempel pada terpal yang dapat menyebabkan kematian ikan
- Kemudian keringkan kolam kira-kira 1 hari, kemudian masukkan air dgn ketinggian 30 cm.
- Diamkan kolam selama satu minggu.
- Terpal siap dipasang dan diisi air.
- Diatas terpal diberi batako/bata merah supaya aman dan rapi. Hal ini dimaksudkan supaya terpal tidak gampang berubah posisi, terutama saat angin berhembus lumayan kencang.


